PENCEGAHAN DAN DETEKSI DINI KANKER
Posted on Jan 04, 2009 under Kesehatan, Radioterapi | Comments are offTHE TIME TO ACT IS NOW________TOGETHER WE CAN MAKE IT
PENCEGAHAN DAN DETEKSI DINI KANKER
43% Kanker Dapat Dicegah, 30 % Kanker Dapat Ditemukan Dini
Kanker & Hidup Sehat
Sehat meliputi kesehatan badan, rohani (mental dan spiritual) dan sosial, bukan hanya terbebas dari penyakit, cacat dan kelemahan semata-mata. (WHO-Winslow).
Gaya Hidup Sehat
- Membiasakan hidup dengan perilaku bersih dan sehat, serta menjaga lingkungannya.
- Menerapkan kebiasaan baik dalam menciptakan hidup yang sehat.
- Menghindari kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan.
Kanker vs Tumor
Kanker adalah kumpulan penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel-sel kanker.
Tumor adalah semua benjolan atau gumpalan yang timbul pada tubuh, baik yang kelihatan di permukaan tubuh maupun yang tersembunyi di dalam tubuh.
Tumor jinak tumbuh lamban, bersimpai atau berselaput pembungkus sehingga mudah dioperasi atau diangkat.
Tumor ganas atau disebut juga kanker, tumbuh cepat, tidak bersimpai, dapat menyusup ke jaringan lain / organ lain melalui pembuluh darah dan pembuluh getah bening.
American Cancer Society
Merekomendasikan 4 hal untuk mencegah kanker:
- Perbanyak makanan yang berasal dari sumber nabati, 5 porsi atau lebih.
- Membatasi asupan makanan tinggi lemak terutama dari sumber hewani, perbanyak makanan laut.
- Aktiflah secara fisik.
- Hindari alkohol dan tembakau.
Kanker Leher Rahim
Faktor Resiko:
- Infeksi Human Papilloma Virus (HPV) pada organ genital.
- Merokok
- Sering berganti pasangan
- Hubungan seksual di usia muda
- Oral kontrasepsi
Deteksi Dini:
- Pemeriksaan pap-smear atau pemeriksaan VIA secara rutin
Gejala klinis:
- Perdarahan setelah hubungan seksual
- Perdarahan tidak teratur atau diluar siklus menstruasi
- Perdarahan setelah masa menopause
- Keluar cairan atau keputihan yang berlebihan dan berbau.
Pencegahan:
- Vaksinasi HPV
- Menghindari faktor resiko
Kanker Kolorektal
Faktor Resiko:
- Makanan tinggi lemak dan rendah kalsium, folat dan rendah serat, jarang makan sayuran dan buah-buahan.
- Kebiasan merokok dan konsumsi alkohol.
- Riwayat penyakit polip usus, riwayat radang usus kronis.
- Kegemukan.
- Riwayat kanker kolorektal pada keluarga.
- Kelainan genetik.
Deteksi Dini:
- Melakukan tes screening:
o Tes darah pada tinja.
o Sigmoidoskopi.
o Kolonoskopi.
o Double-contrast barium enema
o Colok dubur
Gejala Klinis:
- Pendarahan lewat dubur, gangguan buang air besar.
- Nyeri perut, muntah-muntah.
- Tidak nafsu makan.
- Penurunan berat badan.
Pencegahan:
- Perbanyak mengkonsumsi makanan berserat tinggi yaitu sayur dan buah-buahan.
- Mengkonsumsi makanan mengandung vitamin A, C, E, dan Kalsium.
Kanker Kulit
Faktor Resiko:
- Faktor eksternal
o Sinar matahari (sinar ultraviolet), bahan kimia, virus.
- Faktor internal
o Ras, warna kulit, rambut, mata, umur.
o Kelainan genetik (mis: xeroderma pigmentosum, albino).
o Kelainan kulit sebelumnya.
o Status imunitas (daya tahan tubuh).
Pencegahan:
- Melindungi kulit dan sinar ultraviolet
- Seminimal mungkin terpajan bahan-bahan kimiawi.
- Memperhatikan higiene.
- Gaya hidup sehat.
- Mengurangi terpajan sinar matahari.
Deteksi Dini:
- Memeriksa kulit sendiri, kulit kepala sampai telapak kaki.
- Bila ada kelainan / gejala seperti di bawah ini periksakan ke dokter:
o Luka yang tidak sembuh-sembuh.
o Benjolan yang mudah berdarah.
o Benjolan yang cepat membesar.
o Bila ada kelainan kulit yang:
§ Asimetris.
§ Tepinya tidak teratur.
§ Warnanya bermacam-macam.
§ Diameter (garis tengah) lebih atau sama dengan 6 mm.
Tumor Otak
Tumor yang berasal dari sel-sel otak yang tumbuh tidak terkendali. Selain itu tumor otak juga bisa berasal dari kanker d bagian tubuh yang lain yang menyebar ke otak, dinamakan tumor otak metastasis.
Gejala:
- Sakit kepala hebat, timbul mendadak, tidak hilang dengan pemberian obat sakit kepala.
- Muntah proyektil (muntah menyemprot dan tiba-tiba tanpa diawali rasa mual).
- Kejang-kejang tanpa disertai penyakit penyerta.
- Kelemahan dan anggota tubuh tanpa disertai sebab yang jelas.
- Kehilangan nafsu makan, berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
Diagnosa:
- CT-Scan.
- MRI.
- Biopsi otak melalui operasi.
Cara pengobatan tumor otak?
Cara pengobatan tumor otak adalah melalui operasi dan radioterapi, bila perlu dikombinasikan dengan kemoterapi.
Kanker Nasofaring
Faktor Resiko:
- Virus Epstein-Barr.
- Genetik.
- Ras: Mongoloid.
- Pekerjaan: terpapar nikel, krom, bahan radioaktif.
- Makanan yang mengandung bahan pengawet: nitrosamine, formaldehid.
- Bahan kimiawi yang dimakan, dihirup.
Gejala Dini:
- Telinga berdengung dan terasa penuh pada satu sisi.
- Ingus bercampur darah, mimisan sedikit dan berulang, hidung tersumbat, pilek satu sisi.
Gejala Lanjut:
- Mata juling, penglihatan ganda, kelopak mata tertutup pada sisi yang terkena.
- Nyeri kepala satu sisi.
- Pembesaran kelenjar leher satu sisi atau kedua sisi.
Deteksi Dini:
Setiap penderita dengan keluhan telinga dan hidung pada satu sisi yang tidak sembuh dengan pengobatan dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter, bila mungkin ke dokter ahli THT.
Kanker Prostat
Faktor Resiko:
- Diet tinggi lemak.
- Konsumsi hormon androgen.
- Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.
- Faktor keturunan.
Gejala atau Tanda:
- Kencing tidak lampias.
- Terbangun malam hari untuk kencing.
- Mengedan saat kencing.
- Bila kanker menyebar ke tulang, dapat menyebabkan nyeri pada tulang.
Deteksi Dini:
- Pemeriksaan colok dubur
- Pemeriksaan kadar prostate specific antigen (PSA) darah.
- Bila dicurigai adanya kanker prostat, lakukan biopsi prostat.
Hepatoma (Kanker Hati)
Faktor Resiko:
- Sirosis hati.
- Infeksi virus hepatitis B (HBV) & C (HVC) kronik.
- Pajanan aflatoksin.
- Obesitas.
- Diabetes Mellitus (DM).
- Alkoholisme (alcoholic steatohepatis = ASH).
- Perlemakan hepatitis nonalkoholik.
- Penyakit hati otoimun; penyakit hati metabolik; kontrasepsi oral; senyawa kimia; tembakau (masih kontroversial).
Pencegahan:
- Vaksinasi hepatitis B.
- Terapi hepatitis B & C.
- Hindari pajanan aflatoksin pada pengidap HBV.
- Terapi obesitas dan terapi DM.
- Hindari asumsi alkohol.
Deteksi Dini:
Bagi pasien dengan faktor siriko sirosis hati, infeksi HBV atau HCV kronik:
- Pemeriksaan kadar AFP serum setiap 3 bulan.
- USG Hepatobilier setiap 3-6 bulan.
Gejala:
- Rasa tak nyaman hingga nyeri di kuadran kanan atas abdomen.
- Perburukan kondisi pasien sirosis hati (berat badan menurun, asites sulit diatasi, hepatomegali, rasa penuh / begah, bertambah lesu / cepat lelah).
- Anoreksia, kembung, konstipasi atau diare, ikterus, demam.
Limfoma Non-Hodgkin (Kelenjar Getah Bening)
Faktor Resiko:
Pajanan radiasi (bom nuklir, kecelakaan nuklir, radioterapi), imunosupresan pada transplantasi organ, kemoterapi sitostatika, benzena, insektiseda atau herbesida, HIV-AIDS, EBV, defisiensi sistem imun, genetika.
Gejala dan Tanda:
- Pembesaran kelenjar getah bening tunggal (single) atau berganda (multiple), pada leher, ketiak atau pangkal paha, yang bersifat:
o Tidak nyeri.
o Tidak meradang.
o Mudah digerakkan.
- Dapat disertai gejala berikut:
o Demam.
o Berat badan menurun.
o Keringat malam.
o Cepat lelah.
o Nafsu makan menurun.
- Dapat pula timbul gejala akibat turunnya jumlah sel darah:
o Anemia.
o Perdarahan
o Mudah terkena infeksi.
Pencegahan Dini:
- Hindari faktor-faktor pajanan radiasi dan faktor pajanan bahan-bahan kimia (benzena, dll), tingkatkan kewaspadaan kemoterapi sitostatika yang dapat menimbulkan LNH sekunder, hindarkan HIV-AIDS.
- Bila ditemukan limfadenopati fikirkan salah satu penyebabnya adalah LNH.
Kanker Payudara
Faktor Resiko:
- Jenis kelamin perempuan.
- Usia.
- Riwayat kanker payudara pada keluarga dekat.
- Riwayat penyakit payudara jinak-fibrokistik.
- Infertilitas.
- Menarche dini dan atau menopause terlambat.
- Kehamilan pertama setelah 30 tahun.
- Tidak menikah, dan tidak menyusui.
- Radiasi, alkohol, pola makan berlemak.
Gejala dan Tanda:
- Benjolan (payudar, ketiak). 80-90% benjolan 1 cm dapat teraba dengan pemeriksaan payudara sendir (SADARI).
- Tanda sekunder:
o Peau de’orange (seperti kulit jeruk).
o Kemerahan
o Retraksi kulit dan puting.
- Keluar darah / cairan abnormal dari puting.
- Ulserasi (luka yang tidak sembuh-sembuh pada payudara).
Pencegahan dan Deteksi Dini:
- Pola Hidup Sehat.
- Pemeriksaan payudara sendiri / SADARI, dilakukan setiap bulan, beberapa hari setelah haid selesai.
- Mammografi.
o Pertama kali pada usia 30-40 tahun, setiap 2 tahun pada usia 40-49 tahun dan setiap tahun mulai usia 50 tahun.
o Wanita dengan faktor resiko sebaiknya mulai melakukan mammografi pada usia kebih dini.
- Ultrasonografi (USG).
Kanker Paru-paru
Kanker Paru adalah kanker yang berasal dari sel jaringan (epitel) yang tidak normal (abnormal) dalam paru, sel yang membelah dan tumbuh tak terkendali dan akhirnya menyebar dan tumbuh di organ luar paru.
Faktor Resiko:
Resiko kanker paru meningkat pada mereka yang berkaitan dengan asap rokok, seperti perokok aktif, perokok pasif, atau, mereka yang terpajan dengan bahan-bahan karsinogen seperti abses dan radon.
Pencegahan:
- Pencegahan primer: cegah bukan perokok agar jangan menjadi perokok (sasaran ABG dan perempuan yang belum merokok).
- Pencegahan sekunder: penghentian perokok aktif (informasi bahaya rokok dan usaha penghentian).
- Pencegahan tertier: usaha menemukan penderita kanker paru stge dini.
Tanda dan Gejala (tergantung pada perjalanan penyakit):
- Kelelahan.
- Penurunan aktivitas.
- Batuk.
- Sesak napas.
- Penurunan berat badan.
- Nyeri dada.
- Batuk darah.
Pemeriksaan fisik (tergantung kemampuan, pengalaman dokter, dan perjalanan penyakit).
2005
11.000.000 Orang terdiagnosis kanker
7.000.000 Kematian akibat kanker
25.000.000 Orang hidup dengan kanker
2030
27.000.000 Orang terdiagnosis kanker
17.000.000 Kematian akibat kanker
75.000.000 Orang hidup dengan kanker
Global Action Against Cancer
Sumber: Kalender 2008, Perhimpunan Onkologi Indonesia (PORI)

